<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>E-cOmmerse</title>
	<atom:link href="http://dewa6.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dewa6.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Jun 2010 08:28:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dewa6.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>E-cOmmerse</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dewa6.wordpress.com/osd.xml" title="E-cOmmerse" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dewa6.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Usaha Klenger Burger</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/usaha-klenger-burger/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/usaha-klenger-burger/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 07:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluang Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Klenger Menjelajah Negeri Nama &#8216;klenger&#8217; diambil dari kosakata bahasa Jawa yang bisa berarti &#8216;setengah mati&#8217;, atau &#8216;klepek-klepek&#8217;, namun, Velly lebih suka mempersepsikan &#8216;klenger&#8217; dengan analogi &#8216;tobat sambel&#8217;, sudah tahu sambel pedas tapi mau lagi mau lagi. Begitulah nama &#8216;klenger&#8217; akhirnya dikenal masyarakat, khususnya anak muda yang menjadi target market Klenger Burger. Selain nama yang gampang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=148&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dewa6.files.wordpress.com/2010/06/logo_klenger_tm.jpg"><img src="http://dewa6.files.wordpress.com/2010/06/logo_klenger_tm.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" title="logo_klenger_tm" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-149" /></a><br />
Klenger Menjelajah Negeri</p>
<p>Nama &#8216;klenger&#8217; diambil dari kosakata bahasa Jawa yang bisa berarti &#8216;setengah mati&#8217;, atau &#8216;klepek-klepek&#8217;, namun, Velly lebih suka mempersepsikan &#8216;klenger&#8217; dengan analogi &#8216;tobat sambel&#8217;, sudah tahu sambel pedas tapi mau lagi mau lagi. Begitulah nama &#8216;klenger&#8217; akhirnya dikenal masyarakat, khususnya anak muda yang menjadi target market Klenger Burger.</p>
<p>Selain nama yang gampang diingat serta rasa dan servis yang memuaskan, Klenger Burger juga sukses dengan persebaran outletnya yang pada tahun 2010 ini berupaya mencapai target 100 outlet di seluruh negeri. Tak heran, “Jelajah Negeri” jadi tema Klenger Burger untuk tahun ini.</p>
<p>Sepertinya, target itu akan mudah tercapai mengingat hingga April 2010 ini, Klenger sudah mempunyai 63 outlet yang tersebar di Jabotabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan.Selain itu, ada 8 outlet yang mau opening, serta tambahan 6 outlet yang sedang dalam preparation juga.</p>
<p>Outlet Foodteran Klenger Burger di Bintaro</p>
<p>Dalam hal paten, Klenger Burger tak mau kalah cepat. Sejak lahir, brand Klenger sudah dipatenkan atas nama Velly Kristanti.Meskipun demikian, tiruan Klenger Burger ternyata sudah merajalela dan Velly pun mewanti-wanti agar masyarakat dapat dengan bijak memilah mana Klenger asli dan mana yang palsu.</p>
<p>Velly pun masih mengurus kasus tersebut lewat jalur hukum. Selain hak paten, sertifikat halal dari MUI pun sudah dikantongi sejak Klenger masih dibuat secara rumahan di Bekasi hingga Klenger diproduksi massal dengan menggunakan mesin saat ini.</p>
<p>Logo Klenger Burger pun mempunyai filosofi yang tak kalah keren. Kalau Anda biasa melihat tulisan merk burger ada di tengah-tengah gambar burger, Klenger Burger menyajikan logo yang berbeda.</p>
<p>Tulisan &#8220;Klenger Burger&#8221; ada di atas burger, yang artinya kurang lebih, kita sebaiknya melihat segala sesuatu tak hanya dari pandangan mata tapi dari segala aspek, istilah kerennya: Beyond Burger.</p>
<p>Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung</p>
<p>Filosofi tersebut dianut Klenger untuk lebih dekat kepada masyarakat. Untuk memperkenalkan burger dengan cita rasa Indonesia, tak serta merta Klenger memaksakan rasa tertentu kepada masyarakat.</p>
<p>Sebaliknya, pendekatan rasa dan budaya digunakan Klenger untuk menarik market. Misalnya saja, di Medan, Klenger membuat menu spesial, yaitu burger omelet yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat yang sangat suka dengan telur.</p>
<p>Selain burger, Klenger juga memperkenalkan brand Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried and Grilled Duck. Pizza bikinan Klenger juga masih bercita rasa Indonesia, misalnya saja pizza balado dan pizza sate.</p>
<p>Klenger memang addict untuk membuat brand-brand baru di bawah PT Kinarya Anak Negeri (KAN), perusahaan yang digawangi Velly dan suami. Brand-brand ini pun mempengaruhi strategi marketing Klenger ke masyarakat, dan tentunya investor yang berminat menjadi Franchisee.</p>
<p>Kini, sudah ada Burins (Burger Instan) yang menganut konsep take away, dapat ditemui di jaringan Alfa Express dan Circle K, 2K (Klenger Kriuk) yang menyediakan menu burger dan pizza dengan tempat buat kongkow yang asyik, Foodteran dengan konsep kolaborasi Klenger Burger, Pizza Kriuk, dan Clemots Coffee dalam satu area yang menyuguhkan pilihan variasi lengkap dengan teknologi support Free WIFI.</p>
<p>Ujian Ibarat Semester Pendek</p>
<p>Ibarat semester pendek saat kuliah, Velly merasakan ujian yang menimpanya dalam waktu singkat telah membawa begitu banyak pelajaran berharga. Dari ditipu orang, modal habis-habisan, sampai frustrasi, membuat Velly dan suami belajar ikhlas dan mencoba bangkit dari keterpurukan.</p>
<p>Percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin serta kesuksesan itu bukan suatu proses yang instan adalah resep Velly dalam menggodok bisnisnya. Meski bisnisnya berkembang pesat, Velly merasa belum di puncak sukses. Ibu dari Raka dan Zahra lulusan D3 Sastra Belanda FIB UI ini masih merasa banyak PR yang harus dikerjakannya.</p>
<p>Mulai dari maintenance outlet, training SDM, hingga pengembangan usaha. Soal tawaran dari luar negeri, Velly mengaku, telah menampik tawaran tersebut karena ingin berjaya di negeri sendiri baru menginjakkan kaki di negeri orang.</p>
<p>Outlet Klenger Burger diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Green Box, Yellow Box, dan Red Box. Untuk Outlet Green Box, omset yang diraup Klenger dapat mencapai lebih dari Rp2 juta/hari, Yellow Box Rp1—Rp1,5 juta/hari, Red Box kurang dari Rp1 juta/hari.</p>
<p>Sementara outlet yang baru dibuka digolongkan di Blue Box yang butuh penanganan khusus serta ada pula Black Box yang merupakan golongan outlet yang perlu direlokasi dan ditinjau kembali.</p>
<p>Anda yang berminat icip-icip burger dengan cita rasa Indonesia atau tertarik untuk berinvestasi menjadi franchisee Klenger Burger mulai dari Rp15 juta dapat menghubungi PT KINARYA ANAK NEGERI di Jln. R.C. Veteran No.21, Bintaro, Jakarta Selatan. Telp. 021 737 3589, website:<a href="www.kinarya.co.id">www.kinarya.co.id</a>, <a href="http://klengerburger.blogspot.com">klengerburger.blogspot.com</a><br />
sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/info-bisnis/klenger-burger-kisah-sukses-pejuang-kuliner-indonesia.htm">http://www.eramuslim.com/berita/info-bisnis/klenger-burger-kisah-sukses-pejuang-kuliner-indonesia.htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=148&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/usaha-klenger-burger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dewa6.files.wordpress.com/2010/06/logo_klenger_tm.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">logo_klenger_tm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis E Commerce</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bisnis-e-commerce/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bisnis-e-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum. .. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web. .. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=144&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Business to Consumer eCommerce</p>
<p>memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.</p>
<p>.. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum<br />
digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.<br />
.. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.<br />
.. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business<br />
procedure) diletakkan di sisi server.</p>
<p>Menurut sebuah report dari E&amp;Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa<br />
perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business.</p>
<p>Jenis Transaksi 1997 2000</p>
<p>Business to Business $7 billion $327 billion</p>
<p>Business to Consumer $5 billion $70 billion</p>
<p>Meskipun demikian, Business-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan<br />
indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC peneaion yang tinggi mungkin dapat<br />
dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.</p>
<p>Business to Business e-Commerce</p>
<p>Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain:<br />
EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM,</p>
<p>Text Box: BB2BC</p>
<p>ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah<br />
menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang dapat melakukan konversi seperti ini.<br />
Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan<br />
oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat<br />
efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group (www.xmledi.net).</p>
<p>Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut VAN (ValueAdded Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui<br />
jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet.</p>
<p>Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan<br />
menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.</p>
<p>Business to Consumer eCommerce</p>
<p>Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam<br />
pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau menggunakan konsep “portal”.</p>
<p>Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan<br />
catalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja<br />
dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka took.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=144&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bisnis-e-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Bertelur Ikan Air Tawar</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bagaimana-cara-bertelur-ikan-air-tawar/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bagaimana-cara-bertelur-ikan-air-tawar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 06:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ternak Ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[CARA REPRODUKSI IKAN Secara umum diketahui bahwa ikan memperbanyak diri secara seksual dengan bertelur. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri, dijumpai beberapa variasi dari cara bertelur ikan tersebut. Apakah itu suatu penyimpangan?? Tentunya bukan. Reproduksi ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan jantan dengan telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan telur yang dibuahi. Selanjutnya telur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=141&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CARA REPRODUKSI IKAN<br />
Secara umum diketahui bahwa ikan memperbanyak diri secara seksual dengan bertelur. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri, dijumpai beberapa variasi dari cara bertelur ikan tersebut. Apakah itu suatu penyimpangan?? Tentunya bukan.</p>
<p>Reproduksi ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan jantan dengan telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan telur yang dibuahi. Selanjutnya telur ini akan mengalami pembelahan sel berulang-ulang, berkembang dan akhirnya membentuk individu baru.</p>
<p>Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi pada beberapa fimili, seperti Sparidae dan Serranidae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu invidu sehingga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditik (Dalam mitologi Yunani Hermaphrodite adalah anak Mercurius (Hermes) dengan Venus (Aphrodite) yang mempunyai perpaduan pria dan wanita dalam dirinya). Pada hermaphroditik, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada waktu bersamaan, maupun berbeda), selanjutnya mereka “kimpoi” dengan jenis hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan. Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung.</p>
<p>Pada kasus Mollie Amazon dijumpai pula keunikan lain dalam cara reproduksinya. Yaitu, Mollie Amazon betina akan kimpoi dengan jenis Mollinesia lainnya, akan tetapi spermanya tidak sampai bercampur dengan sel telur. Uniknya, telur yang tidak dibuahi ini akan tetap mampu berkembang dan membelah diri serta menghasilkan individu baru. Fenomena ini dikenal sebagai gynogenesis atau pseudogamy.</p>
<p>Terjadinya individu baru ikan melalui proses tanpa pembuahan, atau dikenal sebagai parthenogenesis, juga dilaporkan berlangsung pada spesies Poecilia formosa .</p>
<p>Proses reproduksi pada sebagian besar ikan hias, pada umumnya berlangsung melalui pembuahan telur yang terjadi di luar tubuh ikan. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur di dalam air. Cara reproduksi demikian dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh induk ikan.</p>
<p>Selain oviparus, dikenal pula cara reproduksi lain, yaitu ovoviviparus dan viviparus. Ovoviviparus merupakan suatu cara reproduksi dimana embrio ikan berkembang di dalam tumbuh induk betina akan tetapi tidak mendapatkan suplai makanan dari induk tersebut. Dalam hal ini tidak ada transfer makanan dari induk ke embrio. Dengan kata lain induk hanya memberi perlindungan saja, tapi tidak memberi makan. Cara reproduksi demikian dijumpai misalnya pada beberapa jenis Charasin seperti Corynopoma riisei . Pada saat kimpoi si jantan akan mendekatkan diri pada si betina selama beberapa saat kemudian akan melepaskan paket-paket sperma kedalam saluran telur (oviduct) si betina. Si betina selanjutnya akan dapat menghasilkan telur-telur yang dibuahi selama beberapa bulan, tanpa perlu kimpoi lagi.</p>
<p>www.kaskuslover.tk</p>
<p>Viviparus adalah suatu cara reproduksi yang kurang lebih mirip dengan proses reproduksi yang terjadi pada mamalia. Dalam proses ini struktur menyerupai plasenta (ari-ari) akan terbentuk dan telur yang dibuahi selanjutnya akan mendapatkan makanan dari induk ikan melalui plasenta tersebut. Pada famili Enbitocidae, misalnya, embrio ikan akan mendapatkan makanan dari induknya hingga tumbuh dan mencapai ukuran 1.75 inchi. Baru kemudian dilahirkan. Ikan jantan yang dilahirkan biasanya akan sudah dalam keadaan matang seksual. Pada Heterandria formosa dapat dijumpai sejumlah embrio dengan usia berbeda dalam rongga ovarianya. Prosesnya didahului dengan lepasnya telur matang dari ovari kedalam rongga ovaria secara bertahap, kemudian dibuahi oleh paket sperma yang sudah ada disana. Bayi-bayi ikan kemudian akan dilahirkan 2 – 3 ekor setiap hari, selama periode 1- 2 minggu.</p>
<p>www.kaskuslover.tk</p>
<p>Dalam kasus ovoviviparus dan viviparus, ikan betina dapat menyimpan paket sperma hingga selama 8 – 10 bulan. Selain itu pada beberapa kasus, seekor ikan betina bisa juga menyimpan sperma dari beberapa jantan sekaligus.</p>
<p>Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari cara reproduksinya ikan dapat dibagi menjadi golongan bertelur (egg layer) atau oviparus dan golongan “melahirkan” (live bearer). Golongan “melahirkan” ini terdiri dari ovoviviparus dan viviparus. Sedangkan dari proses reproduksinya dapat digolongkan menjadi heteroseksual, hermaphroditik, dan parthenogenetik.<br />
Sumber:<br />
<em><a href="http://all-mistery.blogspot.com/2010/06/bagaimana-cara-bertelur-ikan-tawar.html">http://all-mistery.blogspot.com/2010/06/bagaimana-cara-bertelur-ikan-tawar.html</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=141&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/30/bagaimana-cara-bertelur-ikan-air-tawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia E Commerce</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/dunia-e-commerce/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/dunia-e-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[* Peter Fingar : E-Commerce menyediakan infrastruktur bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi proses bisnis internal menuju lingkungan eksternal tanpa harus menghadapi rintangan waktu dan ruang (time and space) yang selama ini menjadi isu utama. * Peluang untuk membangun jejaring dengan berbagai institusi lain tersebut harus dimanfaatkan karena dewasa ini persaingan sesungguhnya terletak pada bagaimana sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=124&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>* Peter Fingar :  E-Commerce menyediakan infrastruktur bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi proses bisnis internal menuju lingkungan eksternal tanpa harus menghadapi rintangan waktu dan ruang (time and space) yang selama ini menjadi isu utama.</p>
<p>* Peluang untuk membangun jejaring dengan berbagai institusi lain tersebut harus dimanfaatkan karena dewasa ini persaingan sesungguhnya terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat memanfaatkan E-Commerce untuk meningkatkan kinerja dalam bisnis inti yang digelutinya.</p>
<p>* Pada dasarnya ada 4 (empat) jenis relasi dalam dunia bisnis yang biasa dijalin oleh sebuah perusahaan (Fingar, 2000):</p>
<p>     Relasi dengan pemasok (supplier)</p>
<p>     Relasi dengan distributor</p>
<p>     Relasi dengan rekanan (partner)  dan</p>
<p>     Relasi dengan konsumen (customer)</p>
<p>* Jika dahulu kebanyakan relasi hanya dapat terjalin secara “one-to-one relationship”</p>
<p>* Karena alasan efisiensi, maka dengan adanya E-Commerce, hubungan antar perusahaan dengan entiti eksternal lainnya dapat dilakukan secara “many-to-many relationship” dengan</p>
<p>     lebih cepat,</p>
<p>     lebih baik, dan</p>
<p>     lebih murah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=124&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/dunia-e-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat dan Tantangan E Commerce</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/manfaat-dan-tantangan-e-commerce/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/manfaat-dan-tantangan-e-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat E Commerce * Jangkauan global * Pengurangan biaya operasi * Perbaikan rantai pasokan * Penambahan jam buka: 24/7/365 * Kustomisasi * Model bisnis baru * Spesialisasi vendor * Kecepatan time-to-market * Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah * Efisiensi pengadaan * Meningkatkan hubungan dengan konsumen * Informasi yang up-to-date * Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=122&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manfaat E Commerce<br />
    * Jangkauan global<br />
    * Pengurangan biaya operasi<br />
    * Perbaikan rantai pasokan<br />
    * Penambahan jam buka: 24/7/365<br />
    * Kustomisasi<br />
    * Model bisnis baru<br />
    * Spesialisasi vendor<br />
    * Kecepatan time-to-market<br />
    * Biaya komunikasi/koordinasi lebih rendah<br />
    * Efisiensi pengadaan<br />
    * Meningkatkan hubungan dengan konsumen<br />
    * Informasi yang up-to-date<br />
    * Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik<br />
    * “Dimana saja – kapan saja”<br />
    * Lebih banyak pilihan produk dan jasa<br />
    * Harga lebih murah<br />
    * Pengiriman/pe- nyampaian segera<br />
    * Ketersediaan informasi<br />
    * Kesempatan berpartisipasi<br />
    * Wahana komunitas elektronik<br />
    * Personalisasi, sesuai selera<br />
    * Tidak dikenai pajak penjualan<br />
    * Memungkinkan telecommuting<br />
    * Peningkatan kualitas hidup<br />
    * Dapat menolong masyarakat yang kurang mampu<br />
    * Kemudahan mendapatkan layanan umum</p>
<p>Tantangan E Commerce<br />
    * Keamanan<br />
    * Kepercayaan dan resiko<br />
    * SDM<br />
    * Model bisnis<br />
    * Budaya<br />
    * Otentikasi user dan belum tersedianya public key infrastructure<br />
    * Masalah organisasi<br />
    * Penipuan<br />
    * Akses Internet yang lambat<br />
    * Permasalahan hukum/legalitas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=122&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/manfaat-dan-tantangan-e-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>System Perkembangan E Commerce</title>
		<link>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/system-perkembangan-e-commerce/</link>
		<comments>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/system-perkembangan-e-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 03:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewa6</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dewa6.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[E-Commerce Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=119&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>E-Commerce</p>
<p>Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extension dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.</p>
<p>Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.</p>
<p>Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur dicermati oleh kita jika</p>
<p>ingin membangun toko e-commerce yaitu : Variability, Visibility, dan Velocity (Majalah Teknologi, 2001).</p>
<p>Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;</p>
<p>Process conducting dalam penyelidikan :<br />
1) mendefinisikan targer pasar.<br />
2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran.<br />
3) indentity topk untuk discusi.<br />
Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki :<br />
1) identity letak demografi website di tempat tertentu.<br />
2) memutuskan focus editorialnya.<br />
3) memutuskan isi dari contentnya.<br />
4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung (Turban M, 2001)</p>
<p>Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait, standar-standar yang digunakan, dan faktor-faktor yang harus diselesaikan.</p>
<p>Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda. Business to Business eCommerce memilikikarakteristik:</p>
<p>1. Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).<br />
2. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.<br />
3. Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dewa6.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dewa6.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dewa6.wordpress.com&amp;blog=5887133&amp;post=119&amp;subd=dewa6&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dewa6.wordpress.com/2010/06/28/system-perkembangan-e-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2524afe5bed394c969a27d5eeb67f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dewa6</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
